Tetap Menjaga Kualitas Audit, Di Tengah Covid-19

Bagikan Artikel

Technical newflash memberikan panduan auditor menghadapi ketidakpastian akibat wabah Covid-19, tanpa meninggalkan SPAP dan SAK.

Wartaakuntan.id—Wabah Virus Corona (Covid-19), berdampak pada semua sendi kehidupan ekonomi. Risiko salah saji material pada laporan keuangan sangat mungkin terjadi. Merebahnya wabah itu jelas memberikan ketidakpastian yang tinggi pada ekonomi makro dan mikro. Dengan pemberlakuan social distance, berkurangnya aktivitas diluar rumah dan bekerja dari rumah jelas, semakin meningkatkan risiko bisnis.

Melihat situasi demikian, Komite Asistensi dan Implementasi Standar Profesi (KAISP) IAPI, mengeluarkan panduan terkait meningkatnya risiko yang dihadapi akuntan publik saat menjalankan perannya di tengah wabah Covid-19. KAISP menerbitkan Technical Newflash. Technical newfash itu memberikan panduan dan pengingat pada akuntan publik untuk terus meningkatkan kualitas auditnya. Panduan ini tidak menghilangkan penerapan Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP) dan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) dan newflash ini diterbitkan 9 April 2020.

Di Technical Newflash ini mengingatkan penyusun laporan keuangan melakukan pengungkapan memadai, yang mendasarkan diri pada pertimbangan dan analisis terbaik, terkait fakta dan peristiwa setelah tanggal pelaporan yang bisa diprediksi. Untuk auditor, diwajibkan tetap menjaga kualitas auditnya dengan memperoleh bukti audit yang tepat guna mendukung opini auditnya. Di tengah wabah COvid-19, auditor diharapkan memodifikasi prosedur pengumpulan bukti audit, mendaur ulang proses identifikasi dan penilaian risiko kesalahan penyajian material, merubah prosdure audit alternatif yang diijinkan.

Auditor juga harus update terhadap paket kebijakan ekonomi, regulasi dan transaksi non rutin pada periode ini dan terus meningkatkan, mempertahankan kualitas pengendalian mutu audit, seperti telaah pekerjaan lebih menekankan pada risiko audit yang bisa diterima. Dan auditor semakin mempertajam skeptisme profesional untuk antisipasi salah saji material akibat kesalahan maupun adanya kecurangan. Sebab, kondisi itu lebih rentan terjadi saat ada ganguan ekonomi.

Baca Juga:  Kode Etik Akuntan Indonesia, Mengerem Kecurangan  

Technical Newflash ini hanya pedoman bersifat minimal, di area penting yang terjadi dalam perancangan dan pelaksanaan prosedur audit, untuk memperoleh bukti audit yang memadai guna merespon dampak wabah Covid-19 hingga itu berakhir.

Technical newsflash menekankan pada perolehan bukti audit yang cukup dan tepat, mewaspadai peristiwa setelah tanggal pelaporan, memperhatikan kelangsungan usaha, meningkatkan komunikasi dengan manajemen, serta meningkatkan skeptisme professional.

Penekannnya, peran audit di tengah wabah Covid-19, pada tanggung jawab untuk memperoleh bukti audit yang cukup dan tepat untuk mendukung laporan audit. sebab, banyak pembatas yang dihadapi seperti adanya pembatasan akses, perjalanan sertas terbatasnya personel akibat pertimbangan kesehatan bisa menghambat mendapatkan bukti audit. Untuk audit grup, tim perikatan grup dan auditor komponen, harus menyesuaikan pendekatan audit pada kondisi saat ini. Auditor disarankan untuk mengeksplorasi prosedur alternatif, termasuk teknologi, sejauh mungkin.

Penyelesaian audit yang berkualitas tinggi dalam kondisi saat ini memerlukan waktu tambahan, yang dapat memengaruhi tenggat waktu pelaporan. Sebagai konsekuensinya, auditor perlu menunda penerbitan laporan auditnya, dan jika hal ini tidak dapat untuk menyelesaikan hal tersebut, auditor perlu memodifikasi laporan

auditnya untuk mencerminkan bahwa auditor belum dapat memperoleh bukti audit yang diperlukan. Auditor perlu berkomunikasi secara seksama dengan pihak manajemen dan pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola dalam menentukan hal ini.

Peristiwa Setelah Tanggal Pelaporan

Untuk sebagian besar entitas, kondisi krisis muncul setelah periode laporan keuangan akhir tahun. Auditor perlu menilai apakah pengungkapan yang disediakan oleh entitas tentang dampak, baik secara kualitatif maupun kuantitatif, dari Pandemi Covid-19 pada aktivitasnya, situasi keuangan dan kinerja ekonomi di masa depan sesuai dengan kerangka pelaporan keuangan yang berlaku, dan apakah perlu memasukkan paragraf Penekanan Suatu Hal dalam Laporan Auditor Independen berdasarkan SA 706. Apabila dalam proses penilaian tersebut, auditor berpendapat pihak manajemen belum secara memadai melakukan pengungkapan atas kondisi dan dampak yang diakibatkan oleh kondisi Pandemi Covid-19, auditor perlu mempertimbangkan

Baca Juga:  BPK Beri Opini WTP Pada LKPP Tahun 2019

modifikasi atas laporan auditnya.

Kelangsungan Usaha

Auditor harus memperhatikan dengan seksama penilaian entitas mengenai kemampuannya mempertahankan kelangsungan usaha. Mengingat kondisi saat ini, ketidakpastian ekonomi di seluruh dunia serta meningkatnya ketidakpastian bisnis dan operasi untuk banyak entitas dapat memunculkan tantangan bagi pertimbangan auditor. Auditor juga harus mempertimbangkan dampak dari evaluasi auditor terhadap penilaian manajemen atas kemampuan entitas untuk mempertahankan kelangsungan usahanya dan komunikasi kepada pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola. Dapat juga terdapat kasus di mana entitas perlu menerapkan akuntansi berbasis likuidasi. Auditor harus memberikan perhatian khusus terhadap kemungkinan terdapat pelanggaran dari perjanjian untuk pinjaman atau perjanjian lainnya yang mungkin akan muncul akibat kondisi perusahaan yang mengalami perubahan sehingga akan berdampak pada penyajian klasifikasi pinjaman dan kelangsungan usaha.

Pelaporan dan Komunikasi

Auditor diingatkan terus memberikan perhatian yang tepat dan menilai uraian posisi keuangan entitas, risiko utama dan ketidakpastian yang dihadapi serta kemungkinan perkembangannya di masa depan konsisten dengan pengetahuan yang dimiliki auditor sebagai bagian dari pekerjaan audit.

Auditor juga diingatkan untuk berkomunikasi secara tepat waktu kepada manajemen entitas, pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola, dan regulator terkait tentang dampak Pandemi Covid-19 pada pekerjaan auditnya serta pada entitas dan laporan keuangannya, serta standar audit yang berlaku dan jika relevan, peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Auditor harus merumuskan opini atas laporan keuangan dengan mempertimbangkan prinsip-prinsip yang dinyatakan dalam SA 700, SA 705, dan SA 706. Dalam kondisi saat ini terdapat kemungkinan yang tinggi terkait kelangsungan usaha yang terpengaruh, adanya ketidakpastian material terkait dengan kelangsungan usaha, prinsip-prinsip yang dinyatakan dalam SA 570 juga perlu dipertimbangkan secara parsial yang mengatur cara pelaporan dalam situasi yang berbeda. Auditor perlu berhati-hati dalam menerapkan pertimbangan profesional, serta mempertahankan sikap skeptisisme profesional dalam pelaporan.

Baca Juga:  Pengukuran Nilai Wajar, Di Tengah Wabah Covid-19

Skeptisisme Profesional

Auditor bisa mempertahankan dan meningkatkan sikap skeptisisme professional, meningkatakan kehati-hatian, teliti dan tetap mengacu standar profesi dan kode etik profesi dalam menajalni praktik profesionalnya. Kehati-hatian dan ketelitian ini mencakup tanggung jawab untuk bertindak sesuai dengan ketentuan suatu penugasan secara hati-hati, menyeluruh, dan tepat waktu. (sumber: Technical Newflash IAPI)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *